Barcelona -- Pembalap asal Spanyol yang saat ini membela tim Suzuki Ecstar, Aleix Espargaronampaknya tak akan kebagian tempat lagi di Suzuki untuk tahun depan.
Ia juga digosipkan sedang berdiskusi dengan Aprilia Racing untuk kontrak balap 2017, namun ada rumor lain yang lebih mengagetkan, Aleix dikabarkan akan keluar dari MotoGP dan masuk ke balapan lainnya, yakni Superbike.
Aleix diyakini akan membalap tim Kawasaki di balapan Superbike tahun depan.
Menurut berita yang dirilis MotoGP.com, Aleix mengaku telah mendapat beberapa tawaran lain. Isu tawaran Kawasaki juga muncul dengan peluang cukup besar.
Selain Aprilia dan Kawasaki Superbike, Aleix juga mendapat tawaran dari Aspar Team.
"Kami mengenal baik siapa Aleix, dan ia juga mengenal baik siapa Aspar. Kami pernah berjaya di era CRT.
Tahun depan kami akan mendapatkan motor Ducati versi 2016, motor generasi ini terbukti kompetitif sejak seri pertama kemarin. Sudah pasti kami akan menyambut Aleix dengan hangat jika ia ingin kembali," akui Manajer Aspar Team, Jorge Martinez Aspar.
Friday, 29 April 2016
Monday, 18 April 2016
Pemain Muda Madrid Ingin Timba Ilmu dari Zidane
MADRID - Marco Asensio berharap dapat bermain di tim utama Real Madrid pada musim depan sehingga bisa menimba imu dari pelatih Zinedine Zidane.
Asenio dibeli Real Madrid dari Real Mallorca pada 2014. Namun, sejak dibeli, pemain berusia 20 tahun itu belum sekali pun tampil bersama Real Madrid.
Dua musim dikontrak Real Madrid, Asensio mengalami dua kali masa peminjaman. Pada musim pertamanya, dia dipinjamkan ke Real Mallorca. Musim 2015-16, dia tampil berseragam Espanyol.
Setelah tampil apik bersama Espanyol, Asensio kembali ke Real Madrid. Pemain berposisi gelandang serang itu pun berharap musim depan bisa bermain di tim utama sehingga bisa menimba ilmu dari Zidane.
Sebagai gelandang serang, Asensio memang berharap bisa mendapatkan pelatihan dari Zidane. Saat masih aktif bermain, bisa dikatakan Zidane adalah yang terbaik untuk posisi gelandang serang pada eranya.
"Zidane akan menjadi pelatih yang sangat menarik perhatian bagi saya. Saat masih kecil, saya selalu memerhatikan cara dia bermain. Saya ingin belajar dari dia," ucap Asensio.
Kendati demikian, dia mengaku akan siap kembali dipinjamkan andai pada musim depan Real Madrid kembali surplus pemain. Asensio juga berharap Real Madrid bisa menutup musim ini dengan meraih gelar juara Liga Champions.
Final Liga Champions akan dilangsungkan di San Siro, Milan, pada 28 Mei mendatang. Real Madrid akan menghadapi Atletico Madrid pada laga final di Stadion Giuseppe Meazza.
Asenio dibeli Real Madrid dari Real Mallorca pada 2014. Namun, sejak dibeli, pemain berusia 20 tahun itu belum sekali pun tampil bersama Real Madrid.
Dua musim dikontrak Real Madrid, Asensio mengalami dua kali masa peminjaman. Pada musim pertamanya, dia dipinjamkan ke Real Mallorca. Musim 2015-16, dia tampil berseragam Espanyol.
Setelah tampil apik bersama Espanyol, Asensio kembali ke Real Madrid. Pemain berposisi gelandang serang itu pun berharap musim depan bisa bermain di tim utama sehingga bisa menimba ilmu dari Zidane.
Sebagai gelandang serang, Asensio memang berharap bisa mendapatkan pelatihan dari Zidane. Saat masih aktif bermain, bisa dikatakan Zidane adalah yang terbaik untuk posisi gelandang serang pada eranya.
"Zidane akan menjadi pelatih yang sangat menarik perhatian bagi saya. Saat masih kecil, saya selalu memerhatikan cara dia bermain. Saya ingin belajar dari dia," ucap Asensio.
Kendati demikian, dia mengaku akan siap kembali dipinjamkan andai pada musim depan Real Madrid kembali surplus pemain. Asensio juga berharap Real Madrid bisa menutup musim ini dengan meraih gelar juara Liga Champions.
Final Liga Champions akan dilangsungkan di San Siro, Milan, pada 28 Mei mendatang. Real Madrid akan menghadapi Atletico Madrid pada laga final di Stadion Giuseppe Meazza.
Sunday, 17 April 2016
Madrid Diledek Kumpulan Pecundang oleh Legenda Barcelona
Barcelona - Keberhasilan Barcelona menjuarai La Liga 2015-2016 membuat Real Madrid menjadi sasaran ejekan dari sejumlah pihak. Salah satunya dari mantan pemain Barcelona, Hristo Stoichkov.Pemain yang pernah mem
bela Barca pada 1990-1995 dan 1996-1998 tersebut meledek klub rival dengan mengunggah gambar kawanan babi bermain bola mengenakan "seragam" Madrid di akun Instagram-nya.
Dia juga menulis caption,"haha, beginilah cara pecundang runner-up berlatih di La Liga."
Barcelona mantap di puncak klasemen La Liga dengan perolehan 91 poin, atau unggul satu angka dari Real Madrid di posisi kedua.
Pada saat bersamaan, Real Madrid juga mendulang kemenangan 2-0 atas Deportivo La Coruna. Namun, hasil itu tentunya tidak berdampak apa pun lantaran Barcelona juga meraih kemenangan. Kegagalan Madrid ini membuat Stoichkov mengunggah foto lima babi itu.
Bukan kali ini saja Stoichkov mencoba 'memancing' amarah Madrid. Sebelumnya, ia pernah mencemooh Antonio Adan yang notabene adalah mantan kiper Los Blancos.
Kubu Madrid belum melakukan apapun terkait hinaan Stoichkov. Namun, bukan berarti mereka akan tinggal diam.
Beberapa waktu lalu, tim yang dipimpin Presiden Florentino Perez sempat menuntut stasiun televisi Barcelona, TV3, karena menggambarkan Cristiano Ronaldo dkk sebagai hewan hyena.
Stoichkov sendiri cukup lama berseragam Barcelona. Ia memperkuat rakasa Catalan dari 1990 hingga 1995, lalu 1996 hingga 1998.
Lima tahun di Barcelona, Stoichkov berhias gelar. Eks striker timnas Bulgaria ia mengantongi 5 medali juara La Liga, satu Copa del Rey, dan satu Piala Winner.
Friday, 15 April 2016
Pogba Merasa Belum Pantas Jadi Pemain Terbaik Dunia
TURIN,-
FIFA Ballon d'Or merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemain terbaik dunia setiap tahunnya. Namun, Paul Pogba mengaku dirinya belum siap memenangi penghargaan itu.
Pogba saat ini diakui sebagai salah satu talenta muda berbakat di dunia. Gelandang muda Juventus itu digadang-gadang akan bisa menjadi pemain terbaik dunia pada masa mendatang.
Pogba menilai, dirinya telah mengalami perkembangan. Namun, dia mengaku belum bisa dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia.
"Setiap final harus selalu dimenangi. Itulah yang harus kami lakukan," ujar pemain asal Perancis itu.
"Kami ingin mencatat sejarah dengan keberhasilan meraih gelar domestik ganda dalam dua musim berturut-turut," ucap pemain kelahiran 15 Maret 1993 itu.
Musim lalu, Juventus juga bisa menyandingkan gelar juara Serie A dengan Coppa Italia. Pogba berharap tahun ini timnya bisa mengulang prestasi serupa.
"Tahap berikutnya adalah memenangi Liga Champions. Secara pribadi, saya masih harus berkembang sebelum bisa menargetkan meraih Ballon d'Or," tuturnya.
Pada FIFA Ballon d'Or 2015 lalu, Pogba masuk daftar 11 Pemain Terbaik Dunia 2015. Namun, dia tak bisa menembus posisi tiga besar Pemain Terbaik Dunia yang diisi Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Neymar.
FIFA Ballon d'Or merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemain terbaik dunia setiap tahunnya. Namun, Paul Pogba mengaku dirinya belum siap memenangi penghargaan itu.
Pogba saat ini diakui sebagai salah satu talenta muda berbakat di dunia. Gelandang muda Juventus itu digadang-gadang akan bisa menjadi pemain terbaik dunia pada masa mendatang.
Pogba menilai, dirinya telah mengalami perkembangan. Namun, dia mengaku belum bisa dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia.
"Setiap final harus selalu dimenangi. Itulah yang harus kami lakukan," ujar pemain asal Perancis itu.
"Kami ingin mencatat sejarah dengan keberhasilan meraih gelar domestik ganda dalam dua musim berturut-turut," ucap pemain kelahiran 15 Maret 1993 itu.
Musim lalu, Juventus juga bisa menyandingkan gelar juara Serie A dengan Coppa Italia. Pogba berharap tahun ini timnya bisa mengulang prestasi serupa.
"Tahap berikutnya adalah memenangi Liga Champions. Secara pribadi, saya masih harus berkembang sebelum bisa menargetkan meraih Ballon d'Or," tuturnya.
Pada FIFA Ballon d'Or 2015 lalu, Pogba masuk daftar 11 Pemain Terbaik Dunia 2015. Namun, dia tak bisa menembus posisi tiga besar Pemain Terbaik Dunia yang diisi Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Neymar.
Tuesday, 12 April 2016
Van Gaal Ingin Akhiri Paceklik Gelar Manchester United
MANCHESTER, - Manajer Louis van Gaal ingin Manchester United mengakhiri paceklik gelar juara sejak terakhir kali mengangkat trofi Premier League pada 2012-2013.
Sejak saat itu, Manchester United tak pernah lagi menjadi yang terbaik di ajang apa pun. David Moyes dan Van Gaa
l selaku pengganti Sir Alex Ferguson, tak kunjung mempersembahkan trofi bagi klub berjulukan Setan Merah itu
"Klub sebesar Manchester United butuh trofi keberhasilan," ujar Van Gaal seperti dilansir dari BBC, Kamis (19/5/2016).
Kesempatan untuk mengakhiri paceklik gelar juara itu datang pada akhir pekan ini. Manchester United melangkah ke final Piala FA dan akan ditantang Crystal Palace, Sabtu (21/5/2016).
"Memenangi Piala FA akan penting menjadi momen penting bagi pemain dan klub ini. Saya mengetahui bahwa kali terakhir klub ini meraih gelar juara Piala Fa terjadi pada 2004, sudah lama sekali," kata Van Gaal melanjutkan.
"Bagi saya, lolos (ke Liga Champions) bukanlah sebuah prestasi. Gelar juara itu adalah jika kami berhasil meraih Piala FA," tutur pelatih asal Belanda itu.
Manchester United memang gagal merebut satu tiket ke Liga Champions musim depan karena finis di posisi kelima Premier League. Kegagalan ini semakin menyudutkan posisi Van Gaal sebagai manajer.
Jose Mourinho dikait-kaitkan dengan pos manajer Manchester United musim depan. Jika gagal juga di Piala FA, Van Gaal bisa saja langsung didepak oleh klub berjulukan Setan Merah itu.
Akan tetapi, Van Gaal enggan mengomentari ambisi pribadi itu. Menurut dia, gelar juara tidak dirasakan oleh manajer saja, melainkan seluruh tim.
"Tak elok berbicara ambisi pribadi. Menjadi juara merupakan hal penting bagi klub, para pemain, serta tentu saja manajer dan staf. Klub berada di tempat pertama," ujar Van Gaal.
Karena itu, Van Gaal meminta para pemainnya untuk fokus pada pertandingan akhir pekan ini. Andai berhasil menjuarai Piala FA, Van Gaal menilai era kesuksesan baru akan dirintis oleh Manchester United.
"Saat ini, kami punya kesempatan untuk memenangi sesuatu. Kami sudah sangat dekat. Namun, itu saja tidak cukup. Kami harus menang," ucap dia.
"Pertama-tama, kami harus menang. Jika sukses, ini akan menjadi yang pertama setelah periode Alex Ferguson," kata Van Gaal lagi.
Sejak saat itu, Manchester United tak pernah lagi menjadi yang terbaik di ajang apa pun. David Moyes dan Van Gaa
l selaku pengganti Sir Alex Ferguson, tak kunjung mempersembahkan trofi bagi klub berjulukan Setan Merah itu
"Klub sebesar Manchester United butuh trofi keberhasilan," ujar Van Gaal seperti dilansir dari BBC, Kamis (19/5/2016).
Kesempatan untuk mengakhiri paceklik gelar juara itu datang pada akhir pekan ini. Manchester United melangkah ke final Piala FA dan akan ditantang Crystal Palace, Sabtu (21/5/2016).
"Memenangi Piala FA akan penting menjadi momen penting bagi pemain dan klub ini. Saya mengetahui bahwa kali terakhir klub ini meraih gelar juara Piala Fa terjadi pada 2004, sudah lama sekali," kata Van Gaal melanjutkan.
"Bagi saya, lolos (ke Liga Champions) bukanlah sebuah prestasi. Gelar juara itu adalah jika kami berhasil meraih Piala FA," tutur pelatih asal Belanda itu.
Manchester United memang gagal merebut satu tiket ke Liga Champions musim depan karena finis di posisi kelima Premier League. Kegagalan ini semakin menyudutkan posisi Van Gaal sebagai manajer.
Jose Mourinho dikait-kaitkan dengan pos manajer Manchester United musim depan. Jika gagal juga di Piala FA, Van Gaal bisa saja langsung didepak oleh klub berjulukan Setan Merah itu.
Akan tetapi, Van Gaal enggan mengomentari ambisi pribadi itu. Menurut dia, gelar juara tidak dirasakan oleh manajer saja, melainkan seluruh tim.
"Tak elok berbicara ambisi pribadi. Menjadi juara merupakan hal penting bagi klub, para pemain, serta tentu saja manajer dan staf. Klub berada di tempat pertama," ujar Van Gaal.
Karena itu, Van Gaal meminta para pemainnya untuk fokus pada pertandingan akhir pekan ini. Andai berhasil menjuarai Piala FA, Van Gaal menilai era kesuksesan baru akan dirintis oleh Manchester United.
"Saat ini, kami punya kesempatan untuk memenangi sesuatu. Kami sudah sangat dekat. Namun, itu saja tidak cukup. Kami harus menang," ucap dia.
"Pertama-tama, kami harus menang. Jika sukses, ini akan menjadi yang pertama setelah periode Alex Ferguson," kata Van Gaal lagi.
Friday, 8 April 2016
CITY vs PSG Seri di Leg Pertama
Paris - Laga leg I perempatfinal antara Paris Saint-Germain dan Manchester City berakhir seri. Saling berbalas gol, k
edua tim berbagi hasil akhir 2-2.
Dalam pertandingan di Parc des Princes, Kamis (7/4/2016) dinihari WIB, PSG sempat mendapat kans untuk membuka keunggulan lebih dulu setelah mendapat hadiah penalti di menit ke-12. Tapi eksekusi Zlatan Ibrahimovic digagalkan oleh Joe Hart.
Adalah City yang mencetak gol lebih dulu. Kevin De Bruyne menjebol gawang PSG di menit ke-38. Tapi langsung dibalas oleh Ibra tiga menit kemudian.
Di babak kedua, PSG sempat berbalik unggul setelah Adrien Rabiot menjebol gawang Hart di menit ke-59. Namun Fernandinho mampu mencetak gol balasan untuk City di menit ke-72.
Hasil imbang ini memberi City keunggulan dua gol tandang. The Citizens akan gantian menjadi tuan rumah laga leg II di Etihad Stadium pada 12 April mendatang.
Jalannya Pertandingan
City yang melakukan kick-off langsung mengambil inisiatif untuk menyerang. Serangan tersebut memaksa David Luiz melakukan pelanggaran terhadap Sergio Aguero. Baru 15 detik, David Luiz sudah mendapat kartu kuning karena pelanggaran tersebut.
Setelah ditekan City di menit-menit awal, PSG perlahan bisa membangun serangan. Sebuah serangan PSG di menit ketujuh menghasilkan peluang bagus. Angel Di Maria mengirim umpan terobosan yang membuat Blaise Matuidi bebas menghadapi gawang. Tapi Eliaquim Mangala bisa merebut bola sebelum Matuidi melepaskan tembakan.
Tekanan yang dilancarkan PSG lantas membuahkan penalti di menit ke-12. City gagal menghalau sebuah tendangan sudut dan Bacary Sagna lantas dinilai mengganjal David Luiz di kotak terlarang. Zlatan Ibrahimovic maju sebagai eksekutor. Tapi arah tendangan Ibrahimovic bisa dibaca dan ditepis oleh Joe Hart.
Tak lama setelah penaltinya digagalkan, Ibrahimovic kembali mendapat peluang. Menerima umpan Serge Aurier, Ibrahimovic yang berdiri di tiang jauh di sisi kiri kemudian menanduk bola. Tapi bola masih bisa diamankan oleh Hart.
City yang menyerang dengan mengandalkan kecepatan mendapat peluang di menit ke-21. Jesus Navas yang bergerak dari sisi kanan kemudian melepaskan umpan ke kotak penalti yang langsung disambut oleh David Silva. Namun sepakan Silva yang bisa melepaskan diri dari Aurier masih melebar.
Tiga menit berselang, Ibrahimovic menyia-nyiakan sebuah peluang bagus. City kehilangan bola di lapangan tengah dan Ibrahimovic yang menerima umpan terobosan tinggal berhadapan dengan Hart. Ibrahimovic mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tapi bola masih melambung di atas mistar gawang.
City kemudian mampu mencuri gol lebih dulu di menit ke-38. Berawal dari serangan balik setelah Matuidi kehilangan bola di lapangan tengah, Fernandinho lantas melakukan penetrasi dan mengoper bola kepada Kevin De Bruyne yang berdiri bebas di sisi kanan. De Bruyne langsung melepaskan tembakan keras untuk menjebol gawang PSG.
Tapi keunggulan City tak bertahan lama. Tiga menit berselang, PSG menyamakan kedudukan. Gol untuk PSG yang diciptakan oleh Ibrahimovic lahir berkat kesalahan Fernando. Berawal dari tendangan gawang, Hart mengoper bola kepada Fernando. Bek asal Brasil itu kemudian mencoba mengoper bola, tapi mengenai kaki Ibrahimovic yang berusaha merebut bola dan bola bergulir masuk ke gawang yang kosong.
Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan masih berjalan tinggi Namun tak banyak peluang yang tercipta. Di menit ke-59, PSG berhasil mencetak gol untuk berbalik unggul 2-1.
Berawal dari tendangan sudut Di Maria, Cavani menyundul bola ke arah gawang. Hart bisa menepisnya, tapi bola muntah langsung disambar oleh Adrien Rabiot.
Tiga menit berselang, PSG nyaris menambah keunggulannya. Sebuah umpan dari sisi kanan diteruskan Ibrahimovic dengan sundulan. Tapi upayanya masih membentur mistar gawang.
Bola muntah coba diteruskan Cavani lewat sepakan akrobatik. Namun bola masih melambung di atas mistar gawang.
City mampu menyamakan kedudukan di menit ke-72. Umpan Sagna dari sisi kanan yang coba dihentikan oleh Aurier justru menjadi bola liar. Bola langsung disambar oleh Fernandinho dan sempat membentur Thiago Silva sebelum meluncur ke gawang Kevin Trapp.
Usai gol tersebut, tak banyak peluang yang tercipta dari kedua tim. Skor 2-2 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Susunan Pemain:

PSG: Trapp, Aurier (Van der Wiel 78'), Thiago Silva, David Luiz, Maxwell, Thiago Motta, Matuidi, Rabiot (Lucas 78'), Di Maria, Cavani, Ibrahimovic
City: Hart, Sagna, Mangala, Otamendi, Clichy, Fernando, Fernandinho, Jesus Navas, De Bruyne (Delph 77'), Silva (Bony 88'), Aguero (Kolarov 90')
edua tim berbagi hasil akhir 2-2.
Dalam pertandingan di Parc des Princes, Kamis (7/4/2016) dinihari WIB, PSG sempat mendapat kans untuk membuka keunggulan lebih dulu setelah mendapat hadiah penalti di menit ke-12. Tapi eksekusi Zlatan Ibrahimovic digagalkan oleh Joe Hart.
Adalah City yang mencetak gol lebih dulu. Kevin De Bruyne menjebol gawang PSG di menit ke-38. Tapi langsung dibalas oleh Ibra tiga menit kemudian.
Di babak kedua, PSG sempat berbalik unggul setelah Adrien Rabiot menjebol gawang Hart di menit ke-59. Namun Fernandinho mampu mencetak gol balasan untuk City di menit ke-72.
Hasil imbang ini memberi City keunggulan dua gol tandang. The Citizens akan gantian menjadi tuan rumah laga leg II di Etihad Stadium pada 12 April mendatang.
Jalannya Pertandingan
City yang melakukan kick-off langsung mengambil inisiatif untuk menyerang. Serangan tersebut memaksa David Luiz melakukan pelanggaran terhadap Sergio Aguero. Baru 15 detik, David Luiz sudah mendapat kartu kuning karena pelanggaran tersebut.
Setelah ditekan City di menit-menit awal, PSG perlahan bisa membangun serangan. Sebuah serangan PSG di menit ketujuh menghasilkan peluang bagus. Angel Di Maria mengirim umpan terobosan yang membuat Blaise Matuidi bebas menghadapi gawang. Tapi Eliaquim Mangala bisa merebut bola sebelum Matuidi melepaskan tembakan.
Tekanan yang dilancarkan PSG lantas membuahkan penalti di menit ke-12. City gagal menghalau sebuah tendangan sudut dan Bacary Sagna lantas dinilai mengganjal David Luiz di kotak terlarang. Zlatan Ibrahimovic maju sebagai eksekutor. Tapi arah tendangan Ibrahimovic bisa dibaca dan ditepis oleh Joe Hart.
Tak lama setelah penaltinya digagalkan, Ibrahimovic kembali mendapat peluang. Menerima umpan Serge Aurier, Ibrahimovic yang berdiri di tiang jauh di sisi kiri kemudian menanduk bola. Tapi bola masih bisa diamankan oleh Hart.
City yang menyerang dengan mengandalkan kecepatan mendapat peluang di menit ke-21. Jesus Navas yang bergerak dari sisi kanan kemudian melepaskan umpan ke kotak penalti yang langsung disambut oleh David Silva. Namun sepakan Silva yang bisa melepaskan diri dari Aurier masih melebar.
Tiga menit berselang, Ibrahimovic menyia-nyiakan sebuah peluang bagus. City kehilangan bola di lapangan tengah dan Ibrahimovic yang menerima umpan terobosan tinggal berhadapan dengan Hart. Ibrahimovic mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tapi bola masih melambung di atas mistar gawang.
City kemudian mampu mencuri gol lebih dulu di menit ke-38. Berawal dari serangan balik setelah Matuidi kehilangan bola di lapangan tengah, Fernandinho lantas melakukan penetrasi dan mengoper bola kepada Kevin De Bruyne yang berdiri bebas di sisi kanan. De Bruyne langsung melepaskan tembakan keras untuk menjebol gawang PSG.
Tapi keunggulan City tak bertahan lama. Tiga menit berselang, PSG menyamakan kedudukan. Gol untuk PSG yang diciptakan oleh Ibrahimovic lahir berkat kesalahan Fernando. Berawal dari tendangan gawang, Hart mengoper bola kepada Fernando. Bek asal Brasil itu kemudian mencoba mengoper bola, tapi mengenai kaki Ibrahimovic yang berusaha merebut bola dan bola bergulir masuk ke gawang yang kosong.
Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan masih berjalan tinggi Namun tak banyak peluang yang tercipta. Di menit ke-59, PSG berhasil mencetak gol untuk berbalik unggul 2-1.
Berawal dari tendangan sudut Di Maria, Cavani menyundul bola ke arah gawang. Hart bisa menepisnya, tapi bola muntah langsung disambar oleh Adrien Rabiot.
Tiga menit berselang, PSG nyaris menambah keunggulannya. Sebuah umpan dari sisi kanan diteruskan Ibrahimovic dengan sundulan. Tapi upayanya masih membentur mistar gawang.
Bola muntah coba diteruskan Cavani lewat sepakan akrobatik. Namun bola masih melambung di atas mistar gawang.
City mampu menyamakan kedudukan di menit ke-72. Umpan Sagna dari sisi kanan yang coba dihentikan oleh Aurier justru menjadi bola liar. Bola langsung disambar oleh Fernandinho dan sempat membentur Thiago Silva sebelum meluncur ke gawang Kevin Trapp.
Usai gol tersebut, tak banyak peluang yang tercipta dari kedua tim. Skor 2-2 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Susunan Pemain:

PSG: Trapp, Aurier (Van der Wiel 78'), Thiago Silva, David Luiz, Maxwell, Thiago Motta, Matuidi, Rabiot (Lucas 78'), Di Maria, Cavani, Ibrahimovic
City: Hart, Sagna, Mangala, Otamendi, Clichy, Fernando, Fernandinho, Jesus Navas, De Bruyne (Delph 77'), Silva (Bony 88'), Aguero (Kolarov 90')
Subscribe to:
Posts (Atom)




