Kategori Berita

Showing posts with label Liga Champions. Show all posts
Showing posts with label Liga Champions. Show all posts

Wednesday, 18 May 2016

Buffon: Atletico Akan Jadi Juara

Turin - Atletico Madrid pernah menelan kekalahan di final dengan cara menyakitkan. Kiper sekaligus kapten Juventus Gianluigi Buffon yakin kini saatnya Atletico juara.

Atletico akan bertarung dengan rival sekotanya, Real Madrid, dalam laga final di San Siro, Milan, pada 28 Mei 2016. Los Rojiblancos mengharapkan peruntungan yang lebih baik di final ketiganya dalam sejarah kompetisi ini.

Final pertama Atletico terjadi di 1974, ketika kompetisi masih bernama European Cup. Atletico menyerah 0-4 dari Bayern Munich dalam laga ulangan usai berimbang 1-1.

Setelah menunggu empat dekade, kesempatan itu muncul lagi. Di 2014, Atletico sukses melaju ke final dengan menghadapi Madrid tapi mereka kembali harus menelan pil pahit usai takluk 1-4 di babak perpanjangan waktu setelah sempat memimpin 1-0 sampai menit-menit akhir waktu normal.

"Kalau ada keadilan di dalam olahraga, Atletico akan juara," ungkap Buffon yang dikutip AS. "Mereka sudah kalah dengan cara yang sangat tidak beruntung dua tahun lalu. Aku sangat percaya ada kesempatan bagi Anda untuk balas dendam."

"Memang akan menjadi tantangan yang sulit karena Madrid memiliki lebih banyak pengalaman di pertandingan-pertandingan semacam ini."

Buffon tidak menampik apabila Madrid sedikit lebih dijagokan. Akan tetapi, Atletico juga amat sulit dikalahkan. Tim-tim favorit juara seperti Barcelona dan Bayern Munich pun kandas di tangan anak asuh Diego Simeone itu.

"Favoritnya? Real Madrid, tapi Atletico dengan organisasi dan keuletannya, mereka adalah tim yang paling sulit dikalahkan," sambung Buffon. "Aku tidak akan kaget seandainya mereka nanti juara."

"Aku tidak menyukai bagaimana mereka kalah di final yang terakhir karena mereka benar-benar sangat tidak beruntung. Atletico akan mengeluarkan taringnya dan Madrid akan banyak mengeluarkan keringat untuk mengalahkan mereka," simpul pemain internasional Italia ini.

Tuesday, 17 May 2016

Isco: Real Madrid Akan Kalahkan Atletico 2-0

Madrid - Isco Alarcon percaya diri Real Madrid akan keluar sebagai pemenang Liga Champions 2015-16. Isco memprediksi Madrid akan mengalahkan Atletico Madrid 2-0.

Duel puncak antara dua klub Spanyol itu akan digelar di San Siro, Milan, pada Minggu (29/5/2016) dinihari WIB. Itu merupakan final ulangan musim 2013-14 yang dimenangi Madrid 4-1 lewat babak perpanjangan waktu.

Sejak pertarungan di Lisbon dua tahun lalu tersebut, Madrid dan Atletico sudah berjumpa 10 kali di seluruh kompetisi. Hasilnya, Los Rojiblancos lebih superior dengan mengantongi lima kemenangan dan Madrid cuma mampu sekali menang dan empat sisanya seri.

Akan tetapi, rekor buruk Los Blancos tidak menciutkan optimisme Isco. Gelandang Madrid itu percaya timnya mampu mengatasi perlawanan sang klub rival.

"Kami akan menang 2-0," cetus Isco dalam acara televisi El Hormiguero, yang dikutip AS.

"Kami menjalani musim yang sulit," kata dia dalam kesempatan yang berbeda. "Ada naik-turun. Kami tidak menciptakan start bagus, tapi ada waktu-waktu ketika banyak keputusan sulit harus dibuat dan kami kini sudah lebih baik sebagai hasil dari membuat keputusan sulit itu."

"Kami mendekati pertandingan ini dengan performa terbaik di musim ini. Kami akan memberikan segala-galanya untuk menggembirakan fans. Atletico adalah lawan yang berat dan kami akan mencoba menekan dalan membuat kesalahan."

Friday, 6 May 2016

Juve Masih Ragu agar Dapat Menangi Liga Champions

Turin - Sejak kembali berkiprah di Liga Champions musim 2009-10, Juventus belum lagi meraih prestasi tertinggi. Bianconeri masih penasaran untuk menjadi juara lagi.

Prestasi terbaik Juve adalah menempati posisi runner-up musim lalu. Mereka kalah dari Barcelona saat melakoni pertandingan final.

Di musim ini, langkah Juve terhenti di babak 16 besar. Mereka disingkirkan oleh wakil Jerman, Bayern Munich.

Bek Juve, Stephan Lichtsteiner, bilang bahwa Liga Champions masih impian yang hendak dicapai Si Nyonya Tua di masa mendatang.

"Liga Champions masih menyakitkan, untuk beberapa saat melihat tim lain yang akan bermain laga final. Itu menjadi misi kami di masa depan," kata Lichtsteiner di Football Italia.

"Saya tak tahu apakah kami bisa melakukannya, tapi tahun lalu kami memainkan laga final dan tahun ini kami harus melakoni pertandingan penting melawan Bayern Munich dan bisa bermain cukup bagus."

"Jadi, kami sudah lebih dekat lagi untuk memenangi suatu hal yang lebih penting," imbuhnya.

Friday, 8 April 2016

CITY vs PSG Seri di Leg Pertama

Paris - Laga leg I perempatfinal antara Paris Saint-Germain dan Manchester City berakhir seri. Saling berbalas gol, k

edua tim berbagi hasil akhir 2-2.

Dalam pertandingan di Parc des Princes, Kamis (7/4/2016) dinihari WIB, PSG sempat mendapat kans untuk membuka keunggulan lebih dulu setelah mendapat hadiah penalti di menit ke-12. Tapi eksekusi Zlatan Ibrahimovic digagalkan oleh Joe Hart.

Adalah City yang mencetak gol lebih dulu. Kevin De Bruyne menjebol gawang PSG di menit ke-38. Tapi langsung dibalas oleh Ibra tiga menit kemudian.

Di babak kedua, PSG sempat berbalik unggul setelah Adrien Rabiot menjebol gawang Hart di menit ke-59. Namun Fernandinho mampu mencetak gol balasan untuk City di menit ke-72.

Hasil imbang ini memberi City keunggulan dua gol tandang. The Citizens akan gantian menjadi tuan rumah laga leg II di Etihad Stadium pada 12 April mendatang.

Jalannya Pertandingan

City yang melakukan kick-off langsung mengambil inisiatif untuk menyerang. Serangan tersebut memaksa David Luiz melakukan pelanggaran terhadap Sergio Aguero. Baru 15 detik, David Luiz sudah mendapat kartu kuning karena pelanggaran tersebut.

Setelah ditekan City di menit-menit awal, PSG perlahan bisa membangun serangan. Sebuah serangan PSG di menit ketujuh menghasilkan peluang bagus. Angel Di Maria mengirim umpan terobosan yang membuat Blaise Matuidi bebas menghadapi gawang. Tapi Eliaquim Mangala bisa merebut bola sebelum Matuidi melepaskan tembakan.

Tekanan yang dilancarkan PSG lantas membuahkan penalti di menit ke-12. City gagal menghalau sebuah tendangan sudut dan Bacary Sagna lantas dinilai mengganjal David Luiz di kotak terlarang. Zlatan Ibrahimovic maju sebagai eksekutor. Tapi arah tendangan Ibrahimovic bisa dibaca dan ditepis oleh Joe Hart.

Tak lama setelah penaltinya digagalkan, Ibrahimovic kembali mendapat peluang. Menerima umpan Serge Aurier, Ibrahimovic yang berdiri di tiang jauh di sisi kiri kemudian menanduk bola. Tapi bola masih bisa diamankan oleh Hart.

City yang menyerang dengan mengandalkan kecepatan mendapat peluang di menit ke-21. Jesus Navas yang bergerak dari sisi kanan kemudian melepaskan umpan ke kotak penalti yang langsung disambut oleh David Silva. Namun sepakan Silva yang bisa melepaskan diri dari Aurier masih melebar.

Tiga menit berselang, Ibrahimovic menyia-nyiakan sebuah peluang bagus. City kehilangan bola di lapangan tengah dan Ibrahimovic yang menerima umpan terobosan tinggal berhadapan dengan Hart. Ibrahimovic mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tapi bola masih melambung di atas mistar gawang.

City kemudian mampu mencuri gol lebih dulu di menit ke-38. Berawal dari serangan balik setelah Matuidi kehilangan bola di lapangan tengah, Fernandinho lantas melakukan penetrasi dan mengoper bola kepada Kevin De Bruyne yang berdiri bebas di sisi kanan. De Bruyne langsung melepaskan tembakan keras untuk menjebol gawang PSG.

Tapi keunggulan City tak bertahan lama. Tiga menit berselang, PSG menyamakan kedudukan. Gol untuk PSG yang diciptakan oleh Ibrahimovic lahir berkat kesalahan Fernando. Berawal dari tendangan gawang, Hart mengoper bola kepada Fernando. Bek asal Brasil itu kemudian mencoba mengoper bola, tapi mengenai kaki Ibrahimovic yang berusaha merebut bola dan bola bergulir masuk ke gawang yang kosong.

Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan masih berjalan tinggi Namun tak banyak peluang yang tercipta. Di menit ke-59, PSG berhasil mencetak gol untuk berbalik unggul 2-1.

Berawal dari tendangan sudut Di Maria, Cavani menyundul bola ke arah gawang. Hart bisa menepisnya, tapi bola muntah langsung disambar oleh Adrien Rabiot.

Tiga menit berselang, PSG nyaris menambah keunggulannya. Sebuah umpan dari sisi kanan diteruskan Ibrahimovic dengan sundulan. Tapi upayanya masih membentur mistar gawang.

Bola muntah coba diteruskan Cavani lewat sepakan akrobatik. Namun bola masih melambung di atas mistar gawang.

City mampu menyamakan kedudukan di menit ke-72. Umpan Sagna dari sisi kanan yang coba dihentikan oleh Aurier justru menjadi bola liar. Bola langsung disambar oleh Fernandinho dan sempat membentur Thiago Silva sebelum meluncur ke gawang Kevin Trapp.

Usai gol tersebut, tak banyak peluang yang tercipta dari kedua tim. Skor 2-2 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Susunan Pemain:

PSG: Trapp, Aurier (Van der Wiel 78'), Thiago Silva, David Luiz, Maxwell, Thiago Motta, Matuidi, Rabiot (Lucas 78'), Di Maria, Cavani, Ibrahimovic

City: Hart, Sagna, Mangala, Otamendi, Clichy, Fernando, Fernandinho, Jesus Navas, De Bruyne (Delph 77'), Silva (Bony 88'), Aguero (Kolarov 90')

Wednesday, 6 April 2016

Kekalahan Madrid di Kandang Lawan


Jakarta - Kekalahan di markas Wolfsburg mematahkan kesempurnaan Real Madrid di Liga Champions. Kekalahan itu turut menand

ai terhentinya catatan clean sheet Keylor Navas.

Memainkan laga perempatfinal leg I di Volkswagen Arena, dinihari tadi Madrid yang diunggulkan justru menyerah 0-2 di tangan Wolfsburg. Tim tuan rumah membuka skor di menit 18 lewat penalti Ricardo Rodriguez yang diperbesar Maximilian Arnold tujuh menit kemudian.

Meskipun memiliki 21 percobaan [3 on target] di sepanjang pertandingan, El Real buntu. Sampai pertandingan berakhir, Cristiano Ronaldo dkk. gagal membuat gol balasan yang membuat mereka harus menang dengan selisih tiga gol di leg kedua kalau masih mau lolos ke semifinal.

Kekalahan itu adalah yang pertama yang diderita Madrid di Liga Champions 2015-16 sekaligus menghentikan laju tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan berturut-turut. Terakhir kali Madrid kalah saat dibekap Juventus 1-2 di semifinal leg pertama musim lalu.

Di fase grup, Madrid tidak terkalahkan di enam pertandingan dengan memenangi lima laganya. Sedangkan di babak 16 besar, Madrid berhasil meraih kemenangan masing-masing dengan skor 2-0 atas AS Roma.

Kekalahan dari Wolfsburg ini juga menghentikan kegemilangan Navas di bawah mistar gawang Madrid. Kiper Kosta Rika ini akhirnya kebobolan setelah berhasil menjaga gawangnya 'suci' selama 738 menit dengan delapan clean sheet.

Meski begitu, torehan tersebut membuat Navas menjadi kiper dengan clean sheet terpanjang kedua di kompetisi ini setelah Jens Lehmann [853 menit].

Tuesday, 15 March 2016

Tangguhnya Lini Belakang Juventus, (Guardiola)

Munich - Punya lini serang dahsyat tak selamanya bikin pelatih Bayern Munich Pep Guardiola puas. Sebab, Guardiola malah iri melihat calon lawannya, Juventus, yang begitu tangguh di lini belakang.

Bayern musim ini jadi salahh satu dari lima tim Eropa paling produktif dengan total 96 gol dari 38 pertandingan. Robert Lewandowski jadi pemain paling tajam dengan 34 gol, disusul Thomas Mueller dengan 27 gol.

Selain keduanya, para pemain Bayern relatif rata berbagi gol di antara mereka. Itu bakal jadi senjata Die Roten untuk melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Allianz Arena, Kamis (17/3) melawan Juve.

Bukan pekerjaan mudah meski mereka punya rekor oke di kandang musim ini. Sebab Juve bakal datang berbekal solidnya lini pertahanan mereka demi meredam agresivitas para pemain Bavaria tersebut.

Musim ini Juve begitu tangguh di lini belakang karena hanya kemasukan 15 gol di Serie A. Gianluigi Buffon sebagai kiper pun sudah mencatatkan 21 clean sheet musim ini dan tak kebobolan selama hampir 900 menit di seluruh kompetisi.

Dengan ketangguhan Buffon di bawah mistar plus trio bek Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli, dan Leonardo Bonucci, Juve bisa jadi ancaman jika Bayern tidak waspada.

"Saya harus berada di kepala Max Allegri...," ujar Guardiola soal taktik Massimiliano Allegri di laga nanti.

"Tidak ada jawaban spesifik untuk pertanyaan itu, Juve adalah tim berbahaya dengan berbagai macam gaya bermain," sambungnya seperti dikutip Football Italia.

"Saya sangat iri dengan kekuatan pertahanan mereka, kemampuan untuk mempertahankan hasil bagus mereka meski harus bermain bertaha. Dengan Bonucci, Barzagli, Hernanes...," sambungnya.