Barcelona,- Mantan bintang balap Grand Prix yang juga pengamat MotoGP berkebangsaan Amerika Serikat, Randy Mamola sangat yakin bahwa hubungan baik antara Valentino Rossi danMaverick Vinales tidak akan bertahan lama.
Vinales sendiri mengakui kalau ia adalah fans Rossi, ia juga ketahuan membantu Rossi saat sesi kualifikasi GP Mugello kemarin.
"Tapi kualifikasi Mugello adalah yang kesekian kalinya Vinales - Rossi bekerjasama. Hal seripa juga ternyata terjadi di GP Argentina dan GP Prancis.
Hal ini terlihat jelas aneh karena keduanya memiliki tim dan negara yang beda. Hanya karena tahun depan mereka akan berada dalam satu tim, dan Rossi adalah rider utama di atas Vinales dalam Movistar Yamaha," tulis Mamola di Motorsport.com.
Tapi Mamola yakin, meskipun keduanya saat ini sering bekerjasama untuk tujuan tertentu, saat menjadi satu tim tahun depan, hubungan keduanya tidak akan berlangsung lama.
"Dua hal utama yang akan menjadi kunci saat ini. Pertama, apakah mereka akan kembali bekerjasama di GP Catalunya akhir pekan ini dalam sesi kualifikasi.
Kemudian yang kedua, kita lihat saja situasi pertemanan mereka November nanti. Jika Mack memang sehebat yang saya pikirkan, maka saya yakin pertemanan mereka tiak akan berlangsung lama," tegasnya jelas.
Tuesday, 31 May 2016
Monday, 30 May 2016
Barcelona - Yamaha Motor Racing dengan resmi mengumumkan bahwa salah satu pembalap terbaiknya, Pol Espargaro tidak lagi membela tim satelit Yamaha,
Monster Yamaha Tech 3 di MotoGP mulai tahun 2017 mendatang.
Pol akan hijrah ke KTM musim depan menyusul rekan satu timnya, Smith.
Berikut Pernyataan Resmi dari Yamaha Motor Racing:
Monster Yamaha Tech 3 di MotoGP mulai tahun 2017 mendatang.
Pol akan hijrah ke KTM musim depan menyusul rekan satu timnya, Smith.
Berikut Pernyataan Resmi dari Yamaha Motor Racing:
"Yamaha Motor Co., Ltd. memberikan apresiasi besar atas kontribusi Pol pada kesuksesan Yamaha di dunia balap selama 2,5 tahun belakangan, dan berharap yang terbaik bagi Pol untuk masa depannya.Pol meninggalkan tim satelit Yamaha karena ia ingin berada di tim pabrikan, dan nampaknya KTM memberikan peluang tersebut kepada Pol.
Yamaha dan Monster Yamaha Tech 3 akan meneruskan usahanya mengakhiri musim ini bersama Pol dengan dukungan terbaik, dan berharap bisa berbagi lebih banyak momen tak terlupakan di 12 seri tersisa di MotoGP 2016.
Pengganti untuk Pol Espargaro di Monster Yamaha Tech 3 2017 akan diumumkan dalam waktu dekat."
Friday, 27 May 2016
Tekad Iannone Kepada Tim Ducati
Montmelo - Andrea Iannone akan bergabung Suzuki mulai 2017. Di musim terakhirnya dengan Ducati ini, dia siap mengerahkan segala kemampuannya untuk finis setinggi mungkin.
Kepindahan rider Italia itu melibatkan dua pebalap lainnya. Jorge Lorenzo masuk ke Ducati, yang akan berpasangan dengan Andrea Dovizioso sedangkan Iannone menggantikan tempat Maverick Vinales, yang menyeberang ke Yamaha.
Sejak musim lalu, Iannone tampil cukup impresif dengan finis kelima di akhir musim mengalahkan Dovizioso yang finis dua peringkat di bawahnya. Sedangkan di 2016, terlepas dari crash yang dialaminya, Iannone tampil menjanjikan dengan sukses naik dua podium dalam tiga balapan yang diselesaikannya.
Kompetisi 2016 masih akan menggelar 12 balapan lagi, dengan yang terdekat di Catalunya. Gairah Iannone tidak terpengaruh dengan kepindahan dia di akhir musim.
"Aku adalah seorang profesional dan hal itu tidak mengubah apapun," cetus Iannone kepada Gpone.com. "Seperti yang kubilang, aku hanya memikirkan soal masa kini dan aku ingin mengakhiri petualangan ini dengan cara sebaik mungkin.
"Aku punya keinginan dan determinasi untuk mengakhiri pertualangan ini di level tertinggi, juga karena Ducati sudah memberiku begitu banyak dalam tiga tahun terakhir. Aku akan memberikan segalanya," lugas dia.
Kepindahan rider Italia itu melibatkan dua pebalap lainnya. Jorge Lorenzo masuk ke Ducati, yang akan berpasangan dengan Andrea Dovizioso sedangkan Iannone menggantikan tempat Maverick Vinales, yang menyeberang ke Yamaha.
Sejak musim lalu, Iannone tampil cukup impresif dengan finis kelima di akhir musim mengalahkan Dovizioso yang finis dua peringkat di bawahnya. Sedangkan di 2016, terlepas dari crash yang dialaminya, Iannone tampil menjanjikan dengan sukses naik dua podium dalam tiga balapan yang diselesaikannya.
Kompetisi 2016 masih akan menggelar 12 balapan lagi, dengan yang terdekat di Catalunya. Gairah Iannone tidak terpengaruh dengan kepindahan dia di akhir musim.
"Aku adalah seorang profesional dan hal itu tidak mengubah apapun," cetus Iannone kepada Gpone.com. "Seperti yang kubilang, aku hanya memikirkan soal masa kini dan aku ingin mengakhiri petualangan ini dengan cara sebaik mungkin.
"Aku punya keinginan dan determinasi untuk mengakhiri pertualangan ini di level tertinggi, juga karena Ducati sudah memberiku begitu banyak dalam tiga tahun terakhir. Aku akan memberikan segalanya," lugas dia.
Thursday, 26 May 2016
Juventus Resmi Akan Mendatangkan Dani Alves
Kabarnya, Juve tak perlu mengeluarkan uang transfer untuk mendatangkan personel Timnas Brasil tersebut. Padahal, pemain berusia 33 tahun itu masih terikat kontrak bareng Blaugrana –julukan Barcelona– hingga Juni 2017.
Tentu ada penyebab kenapa Alves dapat hengkang ke Juventus dengan status bebas transfer. Masih diberitakan Football Espana, dalam kontrak Alves menyebutkan, ia dapat hengkang ke tim lain kapan saja dengan status bebas transfer.
Karena itu, tak heran jika kabarnya klub asuhan Massmiliano Allegri mendapatkan mantan pemain andalan Sevilla tersebut. Selain itu, tenaga Alves memang sangat diandalkan Juve untuk mengarungi kompetisi 2016-2017.
Bagaimana tidak, untuk tampil di musim depan, Juve hanya memiliki Stephan Lichtsteiner untuk mengisi pos fullback kanan. Karena itu, kehadiran Alves berarti penting bagi perjalanan La Vecchia Signora pada musim depan.
Wednesday, 25 May 2016
#AI29: Rider MotoGP Harus Memiliki Mental Kuat
BOLOGNA - Pembalap Ducati, Andrea Iannone, mengaku selalu merasa demam tiap kali balapan. Meski demikian, Iannone menegaskan dirinya tak pernah merasa takut ketika ada di atas motor, karena memang begitulah seharusnya pembalap.
Iannone menyatakan adrenalinnya naik ketika menunggangi motor dengan kecepatan maksimal. Walaupun sadar ada banyak hal yang harus diatasi saat itu, pembalap berusia 26 tahun tersebut tidak pernah membiarkan dirinya takut pada apa pun.
“Anda tidak boleh punya rasa takut. Contohnya, ketika melakukan uji coba di Malaysia beberapa waktu lalu, saya mengendarai motor dengan kecepatan yang luar biasa, kemudian tiba-tiba mesin saya mati,” kata Iannone, seperti dimuat La Gazetta dello Sport.
“Pada momen seperti saat itu, apabila pikiran Anda langsung hancur, maka Anda akan merasa seperti seorang petinju yang dihancurkan dengan sekali pukulan,” sambung rider berkebangsaan Italia itu.
Iannone sejauh ini belum bisa memberikan performa yang konsisten. Saat ini, The Maniac Joe masih bertengger di posisi sembilan klasemen sementara pembalap dengan raihan 41 poin.
Iannone menyatakan adrenalinnya naik ketika menunggangi motor dengan kecepatan maksimal. Walaupun sadar ada banyak hal yang harus diatasi saat itu, pembalap berusia 26 tahun tersebut tidak pernah membiarkan dirinya takut pada apa pun.
“Anda tidak boleh punya rasa takut. Contohnya, ketika melakukan uji coba di Malaysia beberapa waktu lalu, saya mengendarai motor dengan kecepatan yang luar biasa, kemudian tiba-tiba mesin saya mati,” kata Iannone, seperti dimuat La Gazetta dello Sport.
“Pada momen seperti saat itu, apabila pikiran Anda langsung hancur, maka Anda akan merasa seperti seorang petinju yang dihancurkan dengan sekali pukulan,” sambung rider berkebangsaan Italia itu.
Iannone sejauh ini belum bisa memberikan performa yang konsisten. Saat ini, The Maniac Joe masih bertengger di posisi sembilan klasemen sementara pembalap dengan raihan 41 poin.
Tuesday, 24 May 2016
Pembalap Potensial Indonesia
PEMBALAP- potensial Indonesia, Ali Adrian, memastikan diri ikut bertarung di ajang CEV Moto2 European Championship 2016. Dalam persiapannya sepanjang musim ini, Adrian dilatih oleh pelatih asal Spanyol, David Garcia.
Garcia bukan sosok baru bagi Adrian. Mantan pembalap dari Negeri Matador tersebut sudah lama menangani dan bekerja sama dengan Adrian. Dengan kualitas yang dimilikinya, Adrian pun terlihat sangat percaya diri dan yakin Garcia akan menjadikannya pembalap hebat.
Kehebatan Garcia dalam melatih memang tidak perlu diragukan lagi. Betapa tidak, ia sudah mampu membawa salah satu anak didiknya menjadi juara dunia. Pembalap tersebut adalah Esteve Rabat atau yang lebih dikenal dengan Tito Rabat.
Keberhasilan Rabat menjuarai Moto2 musim 2014 tidak terlepas dari kontribusi tangan dingin Garcia. Garcia mampu menerapkan pola latihan dan strategi yang tepat hingga akhirnya pembalap yang kini membalap di MotoGP bersama Tim Estrella Galicia Marc VDS itu menjadi juara dunia di ajang balap kelas kedua.
Garcia sudah mengenal Rabat sejak 2010. Menurut media Spanyol, Diario de Almeria, saat itu Rabat sedang ingin naik kelas dari 125cc ke Moto2. Sadar dirinya adalah sosok yang dipilih, sejak saat itu Garcia selalu menganggap dan melatih Rabat seperti anaknya sendiri.
Garcia bukan sosok baru bagi Adrian. Mantan pembalap dari Negeri Matador tersebut sudah lama menangani dan bekerja sama dengan Adrian. Dengan kualitas yang dimilikinya, Adrian pun terlihat sangat percaya diri dan yakin Garcia akan menjadikannya pembalap hebat.
Kehebatan Garcia dalam melatih memang tidak perlu diragukan lagi. Betapa tidak, ia sudah mampu membawa salah satu anak didiknya menjadi juara dunia. Pembalap tersebut adalah Esteve Rabat atau yang lebih dikenal dengan Tito Rabat.
Keberhasilan Rabat menjuarai Moto2 musim 2014 tidak terlepas dari kontribusi tangan dingin Garcia. Garcia mampu menerapkan pola latihan dan strategi yang tepat hingga akhirnya pembalap yang kini membalap di MotoGP bersama Tim Estrella Galicia Marc VDS itu menjadi juara dunia di ajang balap kelas kedua.
Subscribe to:
Posts (Atom)





