Thursday, 7 April 2016

Tanggapan Rossi Mengenai Rumor Lorenzo Pindah ke Tim Ducati

Austin - Valentino Rossi menilai Jorge Lorenzo membuat keputusan berani apabila benar-benar pindah ke Ducati. Seandainya begitu

, Lorenzo diyakini akan tetap tangguh.

Lorenzo dilaporkan menuju pintu masuk Ducati. Belakangan ini santer terdengar bahwa sebuah kedua pihak sudah melakukan kesepakatan dan tinggal menggelar konferesi pers untuk mengumumkannya secara resmi.

Kabarnya, pebalap Spanyol itu dikontrak Ducati selama tiga tahun dengan bayaran yang mencapai 12 juta euro per musimnya. Kendatipun, kubu Lorenzo membantah adanya pendekatan dari pabrikan Italia itu.

Rossi sendiri pernah meninggalkan Yamaha untuk bergabung dengan Ducati selama dua tahun pada 2011-2012. Sayangnya, karier 'The Doctor' bersama Ducati berlangsung gagal total.

"Kalau dia [Lorenzo] benar-benar pindah, maka itu akan jadi keputusan berani. Aku [akan] mengharapkan yang terbaik untuk dia dan juga Ducati," ungkap Rossi, yang dilansir Motorsport.

"Kupikir dia masih bisa tetap kompetitif, karena Lorenzo adalah pebalap yang kuat dan sekarang Ducati juga memiliki motor yang tangguh."

Belum lama ini, Rossi seakan'menantang' rekan setimnya itu untuk bergabung Ducati. Mengingat sejak era Casey Stoner, Ducati tidak benar-benar bisa bersinar.

"Untuk membalap dengan Ducati Anda perlu berani, Anda perlu nyali yang amat besar. Jadi kupikir Lorenzo akan bertahan di Yamaha," kata Rossi beberapa waktu silam di tempat terpisah.

Wednesday, 6 April 2016

Kekalahan Madrid di Kandang Lawan


Jakarta - Kekalahan di markas Wolfsburg mematahkan kesempurnaan Real Madrid di Liga Champions. Kekalahan itu turut menand

ai terhentinya catatan clean sheet Keylor Navas.

Memainkan laga perempatfinal leg I di Volkswagen Arena, dinihari tadi Madrid yang diunggulkan justru menyerah 0-2 di tangan Wolfsburg. Tim tuan rumah membuka skor di menit 18 lewat penalti Ricardo Rodriguez yang diperbesar Maximilian Arnold tujuh menit kemudian.

Meskipun memiliki 21 percobaan [3 on target] di sepanjang pertandingan, El Real buntu. Sampai pertandingan berakhir, Cristiano Ronaldo dkk. gagal membuat gol balasan yang membuat mereka harus menang dengan selisih tiga gol di leg kedua kalau masih mau lolos ke semifinal.

Kekalahan itu adalah yang pertama yang diderita Madrid di Liga Champions 2015-16 sekaligus menghentikan laju tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan berturut-turut. Terakhir kali Madrid kalah saat dibekap Juventus 1-2 di semifinal leg pertama musim lalu.

Di fase grup, Madrid tidak terkalahkan di enam pertandingan dengan memenangi lima laganya. Sedangkan di babak 16 besar, Madrid berhasil meraih kemenangan masing-masing dengan skor 2-0 atas AS Roma.

Kekalahan dari Wolfsburg ini juga menghentikan kegemilangan Navas di bawah mistar gawang Madrid. Kiper Kosta Rika ini akhirnya kebobolan setelah berhasil menjaga gawangnya 'suci' selama 738 menit dengan delapan clean sheet.

Meski begitu, torehan tersebut membuat Navas menjadi kiper dengan clean sheet terpanjang kedua di kompetisi ini setelah Jens Lehmann [853 menit].

Monday, 4 April 2016

Tim Ducati Nasihati Iannone, Usai Insiden dengan rekan se timnya di GP Argentina

Jakarta - Insiden di Argentina membuat Ducati rugi besar. Direktur olahraga Ducati Paolo Ciabatti menasihati Andrea Iannone untuk mengendalikan antusiasmenya.

Pada balapan di Termas de Rio Hondo, Iannone dan rekan setimnya Andrea Dovizioso gagal finis. Saat berduel dengan Valentino Rossi di lap terakhir, Iannone menyebabkan crash di lap terakhir yang ikut menyeret rekan setimnya. Sedikit keuntungannya, Dovizioso masih bisa menyelesaikan balapan kendati harus finis di urutan 13.

Kecelakaan itu membuat Iannone dijatuhi hukuman mundur tiga grid pada balapan di Austin, akhir pekan nanti. Ini adalah crash kedua pebalap Italia itu setelah di Qatar hanya bertahan selama 17 lap karena kehilangan kendali bagian depan motornya.

"Dia jelas tidak membantu dirinya sendiri, apalagi rekan setimnya atau Ducati," ucap Ciabatti kepada Radio24 yang dilansir Motorsport.

"Kami tahu dia sangat kencang dan punya hati yang besar, jelas dia sangat kecewa karena dia mencoba sebuah manuver yang mengakibatkan sebuah bencana."

"Iannone adalah seorang pemuda yang sangat bertalenta dan cerdas. Bagaimanapun dia harus membatasi antusiasme

karena dia harus finis di semua balapan."

"Ditambah lagi ketika Anda sudah dekat dengan garis finis di akhir pekan yang sesulit ini. Itu akan menjadi                                                                             hasil yang penting untuk Ducati," pungkas Ciabatti.

Saturday, 2 April 2016

El Clasico: BBC vs MSN 2016


Jakarta - Pertemuan Barcelona dengan Real Madrid menjadi ajang adu hebat trio penyerang terbaik di dunia saat ini. MSN (Lionel Messi, Luis Suarez, Neymar) vs BBC (Gareth Bale, Karim Benzema, Cristiano Ronaldo), siapa lebih bertaji?

MSN milik Barca sudah meraih banyak sukses sejak pertama terbentuk. Keberhasilan The Catalans meraih lima titel juara banyak terbantu oleh gol-gol serta assist yang datang dari mereka bertiga.

Musim ini kekompakan mereka semakin menjadi-jadi. Di kompetisi domestik dan pada pertandingan-pertandingan Liga Champions mereka adalah momok menakutkan buat semua lawan. Jika di hitung di La Liga saja trio asal Amerika Latin ini sudah melesakkan 69 gol.

BBC, di sisi lain, juga sangat subur dengan total ada 63 gol dibuat di La Liga saja. Tidak seperti MSN, BBC memang kurang solid dalam hubungan personal. Tapi itu tak akan banyak dipersoalkan asal gol-gol terus datang dari mereka.

Friday, 1 April 2016

Sir Alex: Ronaldo Ungguli Messi karena Bisa Buat 3 gol di Stockport County

Dublin - Di mata Sir Alex Ferguson, Cristiano Ronaldo merupakan pesepakbola yang lebih oke daripada Lionel Messi. Opininya itu turut melibatkan klub divisi enam.

Sir Alex adalah sosok yang menempa Ronaldo semasa di Manchester United pada periode 2003-2009. Maka tak heran kalau ia menempatkan pesepakbola asal Portugal tersebut di atas Messi si bintang Barcelona asal Argentina.

Akan tetapi, pilihan itu tak cuma ia jatuhkan atas dasar subjektivitas. Ronaldo dinilainya tetap akan bersinar terang di klub semi-profesional seperti Stockport County, yang berbasis di Manchester dan main di divisi enam Inggris. Messi tidak.

"Buat saya menarik bahwa belakangan ini banyak sekali pembahasan mengenai dua pemain: Ronaldo dan Messi," kata Sir Alex dalam sebuah acara di Dublin, seperti dilansir Soccerway.

"Jangan salah, Messi itu pemain fantastis. Ketika mengontrol bola ia santai sekali seperti sedang cuma pakai sendal selop. Tapi buat saya, inilah bedanya: Messi itu pemain Barcelona, tapi Ronaldo bisa saja main untuk Stockport County dan membuat trigol," sebutnya.

Messi mengisi karier profesionalnya sejauh ini bersama Barca saja. Sementara Ronaldo mengawali karier profesional di Sporting, pindah ke MU, lalu membela Madrid sampai sekarang.

"Ia punya segalanya. Ia bisa menembak dengan kedua kaki, menyundul bola, ia berani seperti seekor singa, dan ini adalah sesuatu yang dilupakan orang-orang," ujar Sir Alex menilai Ronaldo.

"Pada masa-masa saya di Manchester United, saya cukup beruntung memiliki banyak pemain yang berlatih ekstra agar jadi lebih bagus. Gary Neville mengubah dirinya dari pesepakbola biasa-biasa saja jadi pemain top karena etos kerjanya, juga David Beckham.

"Tetapi Ronaldo terbiasa benar-benar menguras tenaganya sendiri (saat latihan) dan itu masih terus ia lakukan. Ia cuma ingin menjadi pemain terbaik di dunia," tuturnya.

VR46 dan MM93 Ungkit Insidennya di Argentina Tahun Lalu


Rio De Hondo - Valentino Rossi dan Marc Marquez mengenang insiden antara keduanya di MotoGP Argentina tahun lalu, menjelang balapan di tempat yang sama akhir pekan ini.

Dalam MotoGP 2015, Marquez sempat memimpin balapan sampai kemudian terjatuh akibat bersenggolan dalam perebutan posisi dengan Rossi. Padahal balapan saat itu tinggal menyisakan dua putaran lagi.

"Setelah balapan tahun lalu saya sudah mengatakan telah melakukan kesalahan karena memilih ban belakang lunak, yang saat itu merupakan opsi terbaik buat saya," ucap Marquez seperti dilansir Crash.net.

"Ketika itu saya sudah sedikit lecet-lecet, kehilangan banyak waktu, dan ketika ia datang mungkin lebih baik untuk puas dengan 20 poin saja. Tapi momen itu terjadi dua putaran menuju akhir dan saya berusaha bertarung dengannya, tapi ia lebih cepat.

"Saya tahu sudah melakukan kesalahan dan itu hanyalah sebuah insiden balapan. Dengan kondisi ban dan segala macam ketika itu, saya mestinya lebih baik bertahan untuk dapat posisi dua saja," kenangnya.

Insiden di Argentina tersebut menjadi satu dari tiga kejadian lain yang melibatkan Rossi dengan Marquez. Insiden terakhir terjadi di Sepang, Malaysia, dan pada prosesnya membuat Rossi kehilangan peluang juara.

"Balapannya saat itu amat bagus karena saya memulai dengan ban belakang ekstra keras dan saya ada di baris ketiga. Pada tikungan pertama saya bersenggolan dengan Andrea Iannone, kehilangan waktu, tapi saya punya laju bagus dan perlahan-lahan bisa menyalip para pebalap di depan dan tiba di posisi dua," ucap Rossi mengingat balapan saat itu.

"Tetapi pada awalnya Marc berada cukup jauh. Jadi tidak mudah untuk berusaha mengejarnya. Tapi saya merasa enak dan motornya juga meluncur dengan amat baik dengan ban belakang keras sehingga saya pun sampai dan berduel dua putaran menuju akhir. Sialnya kami bersenggolan dua kali dan yang terakhir itu membuat Marc jatuh.

"Itu amat disayangkan karena bisa saja menjadi sebuah duel yang amat bagus sampai akhir. Apakah itu mengubah sesuatu (dalam hubungan dengan Marquez)? Sejujurnya saya tidak tahu," tuturnya.