Thursday, 19 May 2016

Del Piero Ke Jakarta

Jakarta - Legenda Juventus, Alessandro Del Piero, akan berpartisipasi pada laga antara Calcio Legend dan eks pemain tim nasional Indonesia era Primavera-Baretti, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Sabtu (21/5/2016).

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Del Piero melalui akun Instagram-nya, @alessandrodelpiero. Ia mengunggah sebuah foto dan menuliskan keterangan bahwa dia akan menuju Jakarta.

"Bertolak menuju Jakarta #jakarta #indonesia #adp10," tulis Del Piero pada akun Instagram miliknya.

Vinales Resmi Bergabung dengan Yamaha Tahun Depan

Mugello - Semuanya jelas sudah: Maverick Vinales akan membalap untuk Yamaha Movistar musim depan. Ia telah menandatangani kontrak selama dua tahun.

Vinales terlibat dalam perputaran dan perpindahan pebalap menyusul hengkangnya Jorge Lorenzo ke Ducati musim depan. Setelah Ducati mengumumkan bahwa Lorenzo dan Andrea Dovizioso akan menjadi pebalap mereka musim depan, efek langsung terasa di dua tim lainnya: Yamaha dan Suzuki.

Yamaha butuh pengganti Lorenzo dan mengincar pebalap Suzuki, Maverick Vinales. Sementara itu, Suzuki disebut bakal kedatangan Andrea Iannone, yang kehilangan posisinya di Ducati menyusul kedatangan Lorenzo.

Suzuki kemudian mengonfirmasi bahwa mereka akan membalap dengan Iannone sebagai salah satu rider musim depan. Yamaha juga tidak ketinggalan, mereka juga mengonfirmasi bahwa Vinales akan menjadi pebalap mereka mulai 2017.

"Dengan bangga, Yamaha Motor Co., Ltd mengumumkan bahwa Maverick Vinales sudah dikontrak untuk membalap bersama Movistar Yamaha MotoGP selama 2017 dan 2018," demikian pernyataan mereka seperti dilansir Crash.

"Vinales, yang saat ini duduk di posisi kelima klasemen pebalap MotoGP, akan berpasangan dengan juara dunia 9 kali, Valentino Rossi, yang kontraknya sudah diperpanjang pada Maret tahun ini."

Yamaha mengakui bahwa Vinales tidak akan langsung bisa menggantikan Lorenzo dalam soal hasil balapan. Tapi, mereka yakin bahwa pebalap Spanyol berusia 21 tahun itu adalah pebalap menjanjikan yang akan berprestasi di masa mendatang.


#AI29 Resmi ke Suzuki Musim 2017

Mugello - Teka-teki masa depan Andrea Iannone jelas sudah. Pebalap Italia berusia 26 tahun itu akan membalap untuk Suzuki musim depan.

Iannone membalap untuk Ducati musim ini. Namun, pindahnya Jorge Lorenzo ke tim asal Italia tersebut musim depan, membuat masa depan Iannone dipertanyakan. Belum lagi, Ducati kemarin mengumumkan bahwa musim depan mereka akan membalap dengan Lorenzo dan Andrea Dovizioso sebagai dua rider-nya.

Dengan pindahnya Lorenzo ke Ducati musim depan, satu pos di Yamaha musim depan pun kosong. Yamaha sudah mencapai kesepakatan dengan Maverick Vinales, yang musim ini membalap untuk Suzuki.

Dengan perginya Vinales, berarti ada kemungkinan Iannone berstatus pebalap Suzuki musim depan. Kini, Suzuki mengonfirmasi bahwa Iannone bakal jadi pebalap mereka untuk 2017.

"Dengan bangga kami mengumumkan bahwa Andrea akan ada di tim kami selama dua tahun ke depan," ujar Davide Brivio, manajer Suzuki, seperti dilansir oleh Crash.

"Dia adalah salah satu pebalap top di MotoGP. Dia juga punya motivasi dan hasrat yang besar, yang mana cocok untuk filosofi tim kami."

Siapa rekan satu tim Iannone belum diumumkan.

Wednesday, 18 May 2016

Dovizioso & Lorenzo di Ducati Musim Depan, Bagaimana Dengan Vinnales

Jakarta - Line up pebalap Ducati musim depan akan diisi Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso, menjawab salah satu pertanyaan besar dalam beberapa waktu belakangan. Satu pertanyaan besar yang tersisa adalah mengenai masa depan rider Suzuki, Maverick Vinales.

Setelah sebulan mengumumkan L


orenzo menjadi pebalapnya musim depan, Ducati akhirnya melepas Andrea Iannone. Mereka memastikan bahwa Dovizioso akan menjadi rider tim asal Italia itu dalam dua tahun ke depan.

Hal itu seperti diumumkan oleh manajer umum Ducati, Gigi Dall'Igna, seperti dilansir oleh Crash.

"Kami sangat senang bahwa Dovizioso sudah setuju untuk bertahan bersama kami untuk dua tahun ke depan, dan bersama dengan dia kami bisa terus meraih kesuksesan atas pekerjaan yang sudah kami mulai empat tahun lalu dalam rangka untuk meraih tujuan ambisius yang sudah kami tentukan untuk diri sendiri," kata Dall'Igna.

Perpindahan pebalap untuk musim depan masih menarik untuk ditunggu. Andrea Iannone jelas akan menunggu posisi tim MotoGP yang lain yang bisa diisi.

Untuk mengisi satu posisi pebalap yang kosong sepeninggal Lorenzo, Yamaha disebut-sebut sedang mengincar Vinales dari Suzuki. Jika Vinales memang pindah ke Yamaha, Iannone dikabarkan siap hijrah ke Suzuki.

Beberapa media seperti Crash juga sudah santer mengabarkan bahwa Vinales sudah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan Yamaha untuk balapan musim depan. Namun, jika Vinales bertahan di Suzuki maka Iannone tentu harus mencari tim lain. Maka tak ayal pengumuman dari Vinales pun kini ditunggu-tunggu.

Buffon: Atletico Akan Jadi Juara

Turin - Atletico Madrid pernah menelan kekalahan di final dengan cara menyakitkan. Kiper sekaligus kapten Juventus Gianluigi Buffon yakin kini saatnya Atletico juara.

Atletico akan bertarung dengan rival sekotanya, Real Madrid, dalam laga final di San Siro, Milan, pada 28 Mei 2016. Los Rojiblancos mengharapkan peruntungan yang lebih baik di final ketiganya dalam sejarah kompetisi ini.

Final pertama Atletico terjadi di 1974, ketika kompetisi masih bernama European Cup. Atletico menyerah 0-4 dari Bayern Munich dalam laga ulangan usai berimbang 1-1.

Setelah menunggu empat dekade, kesempatan itu muncul lagi. Di 2014, Atletico sukses melaju ke final dengan menghadapi Madrid tapi mereka kembali harus menelan pil pahit usai takluk 1-4 di babak perpanjangan waktu setelah sempat memimpin 1-0 sampai menit-menit akhir waktu normal.

"Kalau ada keadilan di dalam olahraga, Atletico akan juara," ungkap Buffon yang dikutip AS. "Mereka sudah kalah dengan cara yang sangat tidak beruntung dua tahun lalu. Aku sangat percaya ada kesempatan bagi Anda untuk balas dendam."

"Memang akan menjadi tantangan yang sulit karena Madrid memiliki lebih banyak pengalaman di pertandingan-pertandingan semacam ini."

Buffon tidak menampik apabila Madrid sedikit lebih dijagokan. Akan tetapi, Atletico juga amat sulit dikalahkan. Tim-tim favorit juara seperti Barcelona dan Bayern Munich pun kandas di tangan anak asuh Diego Simeone itu.

"Favoritnya? Real Madrid, tapi Atletico dengan organisasi dan keuletannya, mereka adalah tim yang paling sulit dikalahkan," sambung Buffon. "Aku tidak akan kaget seandainya mereka nanti juara."

"Aku tidak menyukai bagaimana mereka kalah di final yang terakhir karena mereka benar-benar sangat tidak beruntung. Atletico akan mengeluarkan taringnya dan Madrid akan banyak mengeluarkan keringat untuk mengalahkan mereka," simpul pemain internasional Italia ini.

Final Liga Europa Liverpool-Sevilla

Liga Europa 2015/2016 mencapai babak final. Di partai puncak, kesebelasan asal Inggris, Liverpool, akan menghadapi kesebelasan asal Spanyol, Sevilla. Keduanya akan berduel pada Kamis, 19 Mei 2016, dini hari WIB di St. Jakob-Pa
rk, Basel, Swiss.

Meski disebut-sebut tak lebih bergengsi dari Liga Champions, Liga Europa kini menjadi kompetisi yang diperebutkan oleh semua kesebelasan di Eropa. Hal ini dikarenakan kesebelasan pemenang berhak lolos ke Liga Champions musim berikutnya.

Bagi Liverpool dan Sevilla, hal tersebut tentunya menjadi target yang realistis untuk dicapai. Maklum, keduanya dipastikan tak melangkah ke Liga Champions musim depan lewat jalur liga karena tak berada di empat besar. Bahkan keduanya terancam tak berlaga di Liga Europa musim depan karena Liverpool menempati peringkat delapan klasemen sementara Sevilla berada di peringkat ketujuh.

Karenanya sudah cukup bisa terbayangkan bagaimana kedua kesebelasan akan berusaha mati-matian untuk memenangi gelar juara Liga Europa ini. Yang menjadi pertanyaan kemudian, siapa yang mampu membuktikan diri lebih layak menjadi jadi juara di antara Liverpool dan Sevilla?

Skuat Terbaik untuk Memaksimalkan Serangan Sayap

Liverpool akan tampil dengan skuat terbaiknya. Kecuali Mamadou Sakho yang menjalani hukuman karena kasus doping, manajer Liverpool, Juergen Klopp, bisa memainkan para pemain terbaik yang ia miliki. Divock Origi dan Jordan Henderson yang sebelumnya cedera pun sudah kembali tampil pada laga melawan West Bromwich Albion di pekan terakhir Liga Primer.

Namun untuk menghadapi laga ini, Klopp tentunya akan lebih memilih pemain yang benar-benar siap diturunkan dan akan menampilkan kemampuan terbaiknya. Ini berarti Origi dan Henderson yang baru pulih dari cedera sepertinya tak akan bermain sejak menit pertama.

Formasi dasar 4-2-3-1 akan kembali menjadi pilihan Klopp. Daniel Sturridge menjadi penyerang tengah, ia akan disokong oleh Roberto Firmino, Philippe Coutinho dan Adam Lallana. James Milner akan menemani Emre Can sebagai double pivot.

Di baris terakhir pertahanan, Alberto Moreno dan Nathaniel Clyne masih jadi pilihan utama. Sementara, dengan tak adanya Sakho, kemungkinan besar Klopp lebih akan memasangkan Kolo Toure dan Dejan Lovren. Jika seperti ini, artinya Klopp menurunkan pemain yang sama dengan ketika Liverpool mengalahkan Villarreal 3-0 di Anfield.

Klopp memang sering merotasi sejumlah posisi, khususnya pada posisi bek tengah. Sejak Sakho mendapatkan larangan bermain, manajer asal Jerman tersebut mengombinasikan Lovren, Toure, Martin Skrtel, hingga Lucas Leiva.

Namun menduetkan Lovren dan Toure bisa menjadi kombinasi yang lebih ideal. Skrtel musim ini tampil inkonsisten dan beberapa kali melakukan blunder. Di laga puncak seperti ini, kesalahan sedikit pun tentunya tak bisa ditoleransi.

Sementara itu, skuat saat menghadapi Villarreal di Anfield memang menampilkan permainan terbaik Liverpool musim ini, khususnya di Liga Europa. Kala itu Liverpool tampil menjanjikan dengan melepas 25 tembakan (12 on target) dan hanya enam kali Villarreal mengancam gawang Liverpool. Dari tiga gol yang tercipta, semuanya berasal dari permainan terbuka. Serangan sayap yang digagas Clyne-Lallana-Milner di sisi kanan serta Moreno-Coutinho di sisi kiri melahirkan dua dari tiga gol yang dicetak Liverpool kala itu, yang membuat agregat menjadi 3-1.

Serangan sayap memang telah menjadi serangan andalan Liverpool musim ini. Bahkan pada periode April hingga Mei, Liverpool sempat tak terkalahkan karena memaksimalkan serangan sayap. James Milner menjadi pencetak assist terbanyak dengan mencetak tujuh asisst.

Pada laga melawan West Brom sebelum  laga final ini Liverpool memang ditahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1. Namun pada laga tersebut, Klopp tak memainkan semua pemain utama, tak ada satupun nama di atas dimainkan dimulai dari posisi kiper hingga penyerang. Karenanya Liverpool kemungkinan tampil dengan skuat yang dengan ketika Liverpool menghadapi Villarreal.

Otak-atik di Posisi Gelandang Sayap

Sementara itu di kubu Sevilla, skuat asuhan Unai Emery ini akan tampil tanpa dua pemain terbaiknya; Benoit Tremoulinas dan Michael Krohn-Dehli. Keduanya dipastikan absen karena menderita cedera parah, menyusul Jose Antonio Reyes yang sudah harus menepi sejak pertandingan kedua Liga Europa.

Untuk mengganti Tremoulinas, Sevilla kemungkinan akan memasang Sergio Escudero. Sementara untuk mengganti Krohn-Dehli, Emery akan memilih Coke yang sebenarnya bermain pada posisi bek kanan. Emery memang lebih memilih gelandang sayap asal Brasil, Mariano, untuk menempati full-back kanan.

Sebelum pertandingan final ini, jika Liverpool tak memainkan semua pemain utama, Sevilla justru memainkan Yevhen Konoplyanka, Coke, Timothee Kolodziejczak, Grzegorz Krychowiak, Adil Rami, Sergio Escudero dan Steven N'Zonzi. Walaupun beberapa di antaranya bermain sebagai pengganti.

Sevilla akan memasang formasi dasar andalannya, yakni 4-2-3-1. Namun Emery tampaknya masih akan menimbang-nimbang siapa pemain yang akan menempati gelandang sayap di antara Coke, Konoplyanka, atau Curro.

Curro yang mencetak assist melawan Bilbao, belum sekalipun diturunkan di Liga Europa. Pilihan memang akan jatuh pada Coke atau Konoplyanka. Hanya saja Coke idealnya bermain sebagai bek kanan dan bermain di sayap kanan karena Konoplyanka sedang tidak dalam performa terbaiknya.

Konoplyanka memiliki kualitas yang harusnya bisa menempati satu pos tempat utama. Namun gelandang asal Rusia tersebut sedang dalam performa negatif dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk pada leg pertama babak semifinal Liga Europa menghadapi Shahktar Donetsk.

Siapapun yang dipilih Emery nantinya memang harus bisa mengimbang Vitolo yang beroperasi di winger kanan. Bersama Ever Banega, para gelandang serang tersebut harus bisa menyuplai umpan-umpan matang Kevin Gameiro yang menjadi ujung tombak serangan.