Monday, 16 May 2016

Marquez: Saya Akan Naik Podium di Mugello

Mugello - Rider Repsol Honda Marc Marquez menargetkan podium untuk MotoGP Italia pada akhir pekan, setelah hasil buruk di Le Mans lalu.

Marquez kehilangan posisi sebagai pemuncak klasemen sementara setelah di Le Mans cuma bisa finis di posisi 13. Ia sempat crash di Turn 7 walaupun masih bisa melanjutkan balapan.

Hasil tersebut membuat Marquez kini turun ke posisi dua klasemen sementara MotoGP 2016. Ia juga gagal melanjutkan rentetan podiumnya di empat seri sebelumnya pada musim ini.

Mengingat persaingan yang semakin ketat dengan Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi dari Movistar Yamaha, Marquez pun kini bersiap menghadapi MotoGP Italia pada akhir pekan, sekaligus terus berusaha membenahi masalah akselerasi motor yang acapkali ia keluhkan.

"Saya menantikan dua balapan berikutnya: kami harus fokus dan konsentrasi ke Mugello dan Montmelo yang merupakan dua sirkuit yang amat berbeda daripada Jerez dan Le Mans. Kedua sirkuit itu membutuhkan lebih banyak kecepatan saat menikung. Dua tahun lalu saya akan bilang keduanya merupakan sirkuit yang amat menuntut buat kami dan kini saya pikir bisa lebih baik," ucap Marquez di MotoGP.com.

"Kami masih punya pekerjaan untuk dilakukan tapi saya percaya kalau kami bisa memoles akselerasi, motor kami adalah salah satu yang terbaik di lintasan. Tidak mudah untuk melakukannya mengingat peraturan yang tak memperbolehkan kami saat ini mengutak-atik mesin, tapi saya tahu Honda sedang bekerja keras dalam setiap area motor dan saya percaya pada mereka.

"Jadi kami tetap positif dan di Mugello kami akan menargetkan podium. Tetapi kami juga akan melihat bagaimana situasinya nanti dan tergantung kondisinya nanti kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih apa yang kami mampu," tuturnya.

Pedrosa Tetap Dalam Skuad Honda

Jakarta - Spekulasi masa depan Dani Pedrosa akhirnya berakhir. Repsol Honda telah memutuskan memperpanjang kontrak pebalap Spanyol itu sampai 2018 mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pedrosa sempat santer disebut-sebut masuk daftar incaran Movistar Yamaha untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Jorge Lorenzo ke Ducati.

Kini rumor-rumor itu praktis berhenti setelah pengumuman kesepakatan baru Pedrosa dengan Honda, Senin (16/5/2016). "Aku sangat gembira bisa mengumumkan kontrak baru dengan tim Repsol Honda," ujar si pebalap.

"Aku sangat berterima kasih kepada Honda atas kepercayaan yang mereka perlihatkan dengan memperpanjang kontrakku selama dua tahun ke depan. Kupikir ini adalah yang terbaik untukku untuk melanjutkan karier dengan perusahaan yang sudah bersamaku sejak balapan pertamaku."

"Aku senang negosiasinya berjalan cepat, dan sekarang aku bisa fokus pada balapan. Aku ingin memberikan 100 persen di akhir pekan ini dalam GP Italia," simpul Pedrosa, yang dilansir Crash.net.

Dengan dipertahankannya Pedrosa, lantas siapa yang akan menjadi tandem Valentino Rossi di Yamaha di musim depan? Rumor terakhir menyebut rider Suzuki Maverick Vinales akan pindah ke Yamaha, lalu Andrea Iannone yang akan menggantikan tempatnya.

Sunday, 15 May 2016

Menanti Kebangkitan #VR46 di Mugello

Jakarta - Valentino Rossi pernah tujuh musim beruntun jadi juara di Mugello. Tapi dalam enam tahun terakhir pebalap-pebalap Spanyol yang berkuasa di sana.

Setelah drama di Le Mans, pebalap-pebalap MotoGP akan melanjutkan persaingannya di MotoGP Italia, Minggu (22/5/
2016) malam WIB mendatang. Jorge Lorenzo datang setelah meraih kemenangan meyakinkan di Prancis, yang mengantarnya naik ke puncak klasemen pebalap.

Rider Yamaha itu kini unggul lima angka dari Mac Marquez, yang bernasib sial mengalami crash di Le Mans meski bisa menuntaskan balapan di urutan 13. Sementara Rossi tampil meyakinkan dengan merebut podium kedua.

Dengan ketiga pebalap di posisi teratas hanya terpaut 12 poin, perubahan puncak klasemen bisa kembali terjadi di akhir pekan ini. Seperti kerap terjadi, Sirkuit Mugello akan menghadirkan tontonan seru dari persaingan papan atas.

The Doctor tentu saja punya motivasi berlipat ganda menghadapi balapan ini. MotoGP Italia adalah salah balapan kandangnya, tempat dia selalu disanjung dan mendapat dukungan tanpa henti dari penonton yang memadati sisi lintasan.

Dalam tujuh musim beruntun Rossi pernah selalu menjadi juara di Mugello. Tapi sejak 2008 dia tak pernah lagi mengulang sukses serupa. Sejak saat itu pebalap-pebalap Spanyol terus mengambil takhtanya.

Pada enam tahun terakhir gantian rider asal Spanyol yang berkuasa di sana, di mana pada kurun tersebut Lorenzo meraih empat kemenangan. Faktanya, Mugello merupakan salah satu lintasan favorit Lorenzo dan memiliki karakter yang sangat cocok dengan gaya membalapnya.

Sejak turun di kelas MotoGP, Lorenzo cuma sekali gagal finis di atas podium MotoGP Italia. Selain itu dia tak pernah menuntaskan balapan lebih buruk dari posisi dua. Fakta-fakta tersebut akan membuat Lorenzo jadi unggulan untuk kembali meraih kemenangan.

Di sisi lain, upaya Marquez untuk membayar kegagalan di Le Mans bisa jadi akan sulit. Di Sirkuit Mugello Marquez cuma baru sekali merasakan finis pada kelas MotoGP. Mugello menjadi salah satu lintasan terburuk untuk Marquez selain Phillip Island dan Jerez.

MotoGP Italia tentu saja juga sekaligus menjadi balapan kandang untuk Ducati, dan dua pebalapnya Andrea Dovizioso serta Andrea Iannone. Di kampung halamannya sendiri, Ducati berharap nasib sial mereka akhirnya bisa berakhir.

Apa yang dialami Ducati dalam beberapa periode terakhir memang sulit diterima, terlalu banyak nahas yang datang. Iannone dan Dovizioso berulang kali jatuh saat mereka dalam posisi sangat meyakinkan untuk bisa finis di atas podium. Belum pernah lagi terjadi sejak MotoGP Australia tahun lalu Iannone dan Dovi sama-sama berhasil menuntaskan balapan samapai garis finis.

Juga akan berupaya membuktikan diri di Mugello akhir pekan ini adalah Dani Pedrosa dan Maverick Vinnales. Pedrosa baru saja mendapat kontrak baru dari Honda yang akan membuatnya bertahan sampai 2018. Sementara Vinales, setelah meraih podium pertama sepanjang kariernya di Le Mans, dia tentu ingin mulai mengumpulkan lebih banyak lagi finis tiga besar.

Saturday, 14 May 2016

'Final' Musim Yang Melelahkan Madrid Dan Barcelona


Jakarta - Barcelona sudah menjalani 60 laga kompetitif musim ini, sedikit lebih banyak dibanding Real Madrid. Setelah puluhan ribu menit, keduanya akan menjalani laga terakhir yang sekaliugus jadi penentu gelar juara.

Sabtu (14/5/2016) besok Barcelona dan Madrid akan menjalani pertandingan pamungkasnya musim ini. Cuma terpaut satu angka di puncak klasemen, laga tersebut akan jadi penentu siapa yang bakal jadi juara La Liga Primera 2015/2016.

The Catalans dalam posisi lebih diuntungkan karena berada berada di puncak klasemen dan punya keunggulan head to head plus lebih baik dalam selisih gol. Kemenangan atas Granada akan memastikan Barca meraih titelnya yang ke-24.

Nasib Madrid ada di tangah Barca. Bahkan kemenangan dengan puluhan golpun tidak akan memberi pengaruh apapun jika Lionel Messi dkk juga dapat poin penuh. Tapi sebagaimana ditunjukkan di Liga Champions, El Real akan menunjukkan semangat juang tinggi untuk menjaga kans juara mereka tetap terbuka saat bertamu ke Deportivo La Coruna.

Terlepas dari antusiasme kedua klub menjelang laga pamungkas tersebut, pemain kedua tim sudah berada dalam kondisi sangat lelah. Jika ditotal sejak awal musim, Barcelona telah menjalani 60 pertandingan kompetitif. Sementara El Real melakoni 50 pertandingan resmi di semua kompetisi.

Dari laga-laga tersebut, seluruh penggawa Barcelona total sudah bermain selama 58.356 menit. Sementara skuat Madrid bermain selama 49.206 menit. Jadwal pertandingan yang padat dan tuntutan tinggi untuk selalu tampil dalam kondisi terbaik membuat cedera banyak mendatangi pemain.

Depan - BBC (Garet Bale, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo) seluruhnya sudah mengalami cedera di musim ini. Ronaldo tercatat tiga kali absen di seluruh kompetisi musim ini, Bale absen di 17 pertandingan lantara cedera, sementara Benzema absen 15 kali akibat berbagai masalah cedera. Jika ditotal, BBC bermain 8.740 menit.

Sementara itu MSN (Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar) total tampil di 12.862 menit musim ini. Meski tercatat tidak mengalami cedera, Luis Suarez enam kali tidak dimainkan Luis Enrique musim ini, sementara Messi tercatat 12 kali tidak dimainkan karena cedera dan sekali tidak dimasukkan dalam skuat. Neymar tidak tampil di 11 pertandingan Barcelona karena berbagai alasan, mulai dari cedera (7), larangan bertanding karena akumulasi kartu (1) dan tidak masuk skuat (1) serta tak dimainkan meski berada di bench (1).

Tengah - Sergio Busquets dan Javier Mascherano menjadi pemain tengah dengan menit bermain paling banyak sejauh ini - di mana mereka jadi satu-satunya pemain Barcelona yang mencapai 4.000 menit bermain. Gelandang Barcelona lainnya yang punya menit bermain paling banyak adalah Ivan Rakitic dan Andres Iniesta.

Dari kubu Madrid, Luka Modric dan Toni Kroos menjadi gelandang dengan jumlah menit bermain paling banyak, yakni masing-masing 3.608 menit dan 3.320 menit.

Belakang - Marcelo jadi pemain belakang Madrid dengan jumlah menit bermain paling banyak yakni 3.173 menit, di belakangnya ada Sergio Ramos, Pepe dan Raphael Varane yang kerap dirotasi untuk mengawali jantung pertahanan.

Sementara di Barcelona, dengan komposisi empat pemain belakang tak banyak berubah, Mascherano, Pique, Alba dan Alves menjadi pemain dengan jumlah menit bermain paling banyak.

Penjaga Gawang - Jika Claudio Bravo dan Ter Stegen bergantian mengawal gawang Barcelona di beberapa kompetisi yang diikuti, di Madrid Navas menjadi pilihan utama yang membuat Kiko Casilla banyak duduk di bangku cadangan.

Spekulasi Versi Masa Depan Pedrosa

Jakarta - Masa depan Dani Pedrosa di Repsol Honda sedang jadi spekulasi. Setidaknya ada dua versi berbeda yang kini berseliweran di paddock MotoGP.

Spekulasi pertama berkaitan dengan kepindahan Jorge Lorenzo dari Movistar Yamaha ke Ducati pada musim depan. Ped
rosa, yang kini membela Repsol Honda, menjadi salah satu yang disebut-sebut akan direkrut Yamaha untuk jadi pengganti.

Menjelang MotoGP Prancis lalu, suratkabar Inggris MCN yang mengutip seorang sumber internal mengungkap bahwa Pedrosa akan pindah ke tim pabrikan Yamaha pada 2017. Klaim itu diperkuat oleh suratkabar terkemuka Spanyol El Pais.

Jurnalis El Pais itu, Nadia Tronchonni, kemudian juga bicara lebih terperinci kepada Cadena SER yang merupakan stasiun radio Catalunya. Menurutnya, pengumuman kepindahan itu akan dilakukan sebelum Mugello.

Yamaha sebenarnya juga dikaitkan dengan Maverick Vinales yang sekarang membalap untuk tim Suzuki Ecstar. Tapi Tronchoni mengklaim bahwa Suzuki sudah menggunakan opsi penolakan dalam kontraknya dengan Vinales.

Pun begitu spekulasi berbeda dilontarkan oleh La Vanguardia, suratkabar terkemuka lainnya dari Spanyol. Menurut laporan mereka, Pedrosa justru akan bertahan dengan Honda.

Kontrak Pedrosa dengan HRC itu juga diyakini sudah akan difinalisasi dan bakal segera diumumkan, dengan rider Spanyol itu akan diikat selama dua tahun ke depan. Negosiasi kontrak itu sendiri jadi lebih ngebut karena rumor Yamaha.

Akhir pekan balapan di Mugello mendatang kembali disebut sebagai waktu pengumuman kesepakatan kerja baru antara Pedrosa dengan Honda, membuat MotoGP Italia pada 22 Mei jadi kian menarik untuk ditunggu. Demikian diwartakan MotoGP.com.

Friday, 13 May 2016

Ducati Akan Umumkan Line-up Tim Musim Depan Sesudah GP Mugello

Jakarta - Tim MotoGP Ducati disebut menunda keputusan untuk mengumumkan siapa yang musim depan bakal jadi rekan setim Jorge Lorenzo, setidaknya sampai MotoGP Italia kelar.

Untuk Ducati, balapan di Mugello pada 22 Mei mendatang tersebut merupakan balapan kandang. Tim yang didominasi warna merah itu pun ingin berkonsentrasi penuh ke balapan tersebut.

Maka dari itu Ducati belum akan memberi keputusan bakal mempertahankan Andrea yang mana pada musim depan; Iannone atau Dovizioso. "Mereka tidak mau ada masalah di Italia," sebut Motorsport.com, mengutip seorang sumber yang memahami situasi terkait hal itu.

"Balapan ini amat penting buat Ducati dan mereka kini ingin fokus sepenuhnya demi mendapat hasil sebaik mungkin. Itu artinya berdiam diri dulu mengenai siapa yang akan menjadi rekan Jorge.

"Kalau mereka mengumumkan siapa yan
g akan bertahan sebelum Mugello, kedua pebalapnya mungkin akan kesal. Salah satu karena ia harus mencari tim lain dan satu rider lain karena sodoran perpanjangan kontrak nantinya akan lebih rendah," beber sumber itu.

Saat ini Dovizioso disebut mendapat sekitar 3 juta euro di Ducati, sementara Iannone separuhnya. Ducati sendiri diprediksi lebih suka mempertahankan Iannone, salah satunya karena faktor usia--Iannone berumur 26 tahun, alias lebih muda empat tahun dari Dovizioso.

Keputusan Ducati itu sendiri sangat mungkin bakal berkaitan erat dengan keputusan Maverick Vinales, apakah bakal bertahan di Suzuki atau pindah ke Yamaha untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Lorenzo. Hal tersebut bisa berimbas pada Iannone dan Dovizioso.